Anilog

Sudut Cerita, Suara Publik

Meluasnya Tambang Nikel, Kawanan Monyet di Morowali Terjepit dan Kehilangan Tempat Tinggal

@jawaposofficial

Kawanan monyet di Morowali, Sulawesi Tengah, terekam berada di area pertambangan nikel setelah habitat alaminya diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas pembukaan lahan. Dalam video yang beredar, sejumlah monyet terlihat berada di jalur kendaraan berat di kawasan tambang. Satwa tersebut diduga keluar dari habitat hutan karena ruang hidupnya semakin menyempit. Ekspansi industri pertambangan di wilayah Morowali disebut turut berdampak pada ekosistem hutan yang menjadi habitat berbagai satwa liar. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan ekosistem serta kehidupan satwa di kawasan tersebut. Aktivitas pertambangan yang terus meluas juga dinilai perlu diimbangi dengan mitigasi lingkungan untuk mengurangi dampak kerusakan habitat alami. Source: masput0301 Kreator: kamila

♬ suara asli – Jawa Pos Official – Jawa Pos Official

Morowali, Sulawesi Tengah– Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Kawanan monyet terekam berkeliaran di jalur kendaraan berat di kawasan pertambangan nikel Morowali. Mereka tampak kebingungan, berjalan pelan di atas tanah merah yang gundul, dikelilingi alat-alat besar dan debu tambang.

Video yang diunggah oleh akun Jawa Pos di TikTok itu telah ditonton lebih dari 696 ribu kali dan menuai ribuan komentar prihatin dari warganet. Bukan tanpa alasan, pasalnya satwa liar tersebut seharusnya hidup bebas di dalam hutan, bukan di area tambang yang penuh bahaya.

Terusir dari Habitat Asli

Menurut informasi yang beredar, kejadian ini diduga kuat akibat meluasnya aktivitas pertambangan nikel yang membuka lahan hutan secara besar-besaran. Hutan yang selama ini menjadi rumah bagi monyet-monyet itu semakin menyempit. Pohon-pohon tempat mereka bergelantungan, mencari makan, dan berlindung ditebang satu per satu untuk memberi jalan bagi lubang tambang dan pabrik-pabrik raksasa.

Tidak punya pilihan lain, monyet-monyet itu pun keluar dari hutan. Mereka masuk ke area tambang, tempat yang sama sekali tidak ramah bagi satwa liar. Di sana mereka berisiko tertabrak truk atau terlindas alat berat setiap saat.

Bukan Sekadar Kebingungan, Mereka Juga Kelaparan

Yang lebih mengkhawatirkan, monyet-monyet itu kesulitan mendapatkan makanan. Sumber pakan alami mereka berupa buah-buahan dari pepohonan hutan sudah tidak tersedia. Dalam kondisi terdesak, beberapa ekor monyet bahkan terlihat mengais sisa-sisa makanan di tumpukan sampah pemukiman warga sekitar tambang.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa sejak tahun 2021 bertepatan dengan perluasan kawasan tambang monyet-monyet mulai sering keluar ke pemukiman. “Mereka kelihatan lapar dan bingung,” ujarnya.

Primata Endemik yang Terancam Punah

Monyet yang terekam dalam video tersebut diketahui berjenis Boti (Macaca tonkeana), yaitu primata endemik yang hanya ditemukan di Sulawesi Tengah. Statusnya saat ini sudah rentan menuju punah akibat terus berkurangnya populasi liar.

Para petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengakui bahwa konflik antara monyet dan manusia di wilayah Morowali makin sering terjadi seiring meluasnya tambang. Namun, mereka mengaku kesulitan masuk ke dalam area tambang untuk mengevakuasi atau mengamankan satwa-satwa tersebut, karena wilayah itu bukan kawasan konservasi yang menjadi wewenang penuh mereka.

Sebuah Peringatan yang Tak Boleh Diabaikan

Kawanan monyet yang kebingungan di jalur tambang itu sebenarnya hanyalah satu sisi dari masalah yang lebih besar. Ia menjadi alarm bahwa ekosistem sedang rusak, dan satwa liar adalah korban paling tak berdaya. Mereka tidak bisa protes, tidak bisa demo, dan tidak bisa meminta pertolongan. Yang bisa mereka lakukan hanyalah berjalan terseok-seok meninggalkan rumah yang sudah rata dengan tanah.

Ke depan, pemerintah daerah dan perusahaan tambang diharapkan tidak hanya fokus pada keuntungan industri, tetapi juga memikirkan solusi mitigasi bagi satwa liar yang terusir. Misalnya dengan menyediakan jalur penyelamatan atau koridor hijau, menghentikan sementara pembukaan lahan baru, atau merelokasi monyet-monyet yang terjebak ke habitat yang masih aman.

Setidaknya, jangan sampai tayangan seperti ini menjadi pemandangan biasa di masa depan. Karena biar bagaimanapun, hutan bukan hanya milik manusia. Ia juga rumah bagi makhluk lain yang sama-sama ingin bertahan hidup.

Sumber: PYI Yatim dan Zakat |

Dermawan Jadi Kekuatan di Tengah Hidup yang Makin Individualis

Di tengah gaya hidup yang serba cepat dan cenderung individualis, sikap dermawan sering terasa makin langka. Banyak orang fokus pada diri sendiri, mengejar kebutuhan pribadi, hingga lupa bahwa berbagi adalah bagian penting dari kehidupan sosial. Padahal, dermawan bukan hanya soal memberi harta, tapi juga tentang kepedulian dan kelapangan hati.

Secara bahasa, dermawan berarti murah hati atau suka memberi. Dalam pengertian istilah, dermawan adalah sikap rela berbagi kepada orang lain, baik dalam bentuk materi, tenaga, waktu, maupun perhatian, tanpa mengharapkan imbalan. Dermawan mencerminkan keikhlasan dan rasa empati terhadap sesama.

Dalam perspektif Islam, dermawan memiliki nilai yang sangat tinggi. Al-Qur’an banyak menyebut keutamaan orang-orang yang gemar bersedekah, bahkan dalam keadaan sempit sekalipun. Memberi tidak hanya dinilai sebagai tindakan sosial, tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang mendatangkan pahala. Dalam hadits juga ditegaskan bahwa tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Ini menunjukkan bahwa dermawan adalah sikap mulia yang sangat dianjurkan.

Para ulama memandang dermawan sebagai tanda kebersihan hati dan kekuatan iman. Orang yang dermawan tidak terikat secara berlebihan pada harta. Ia memahami bahwa apa yang dimiliki hanyalah titipan, sehingga berbagi bukan dianggap sebagai kehilangan, melainkan sebagai investasi kebaikan. Bahkan, sebagian ulama menekankan bahwa dermawan dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat hubungan dengan sesama manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap dermawan sebenarnya bisa diterapkan dalam berbagai aspek.

Di lingkungan kampus, sikap dermawan dapat diwujudkan secara sederhana namun berdampak, seperti berbagi ilmu dengan teman yang kesulitan memahami materi, saling membantu dalam mengerjakan tugas, hingga memberi dukungan moral saat menghadapi tekanan akademik, sehingga tercipta suasana belajar yang sehat dan saling menguatkan. Sikap ini kemudian meluas ke lingkungan sekitar kampus, misalnya melalui kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, atau aksi berbagi kepada warga yang membutuhkan, yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, di tengah kehidupan bermasyarakat, dermawan menjadi kunci tumbuhnya solidaritas sosial karena mendorong kepedulian, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara individu.

Pada akhirnya, dermawan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kita mau berbagi. Di tengah dunia yang semakin individualis, sikap dermawan justru menjadi kekuatan yang mampu menghidupkan kembali rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Penulis : Dwi Putri Riani