Di tengah gaya hidup yang serba cepat dan cenderung individualis, sikap dermawan sering terasa makin langka. Banyak orang fokus pada diri sendiri, mengejar kebutuhan pribadi, hingga lupa bahwa berbagi adalah bagian penting dari kehidupan sosial. Padahal, dermawan bukan hanya soal memberi harta, tapi juga tentang kepedulian dan kelapangan hati.
Secara bahasa, dermawan berarti murah hati atau suka memberi. Dalam pengertian istilah, dermawan adalah sikap rela berbagi kepada orang lain, baik dalam bentuk materi, tenaga, waktu, maupun perhatian, tanpa mengharapkan imbalan. Dermawan mencerminkan keikhlasan dan rasa empati terhadap sesama.
Dalam perspektif Islam, dermawan memiliki nilai yang sangat tinggi. Al-Qur’an banyak menyebut keutamaan orang-orang yang gemar bersedekah, bahkan dalam keadaan sempit sekalipun. Memberi tidak hanya dinilai sebagai tindakan sosial, tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang mendatangkan pahala. Dalam hadits juga ditegaskan bahwa tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima. Ini menunjukkan bahwa dermawan adalah sikap mulia yang sangat dianjurkan.
Para ulama memandang dermawan sebagai tanda kebersihan hati dan kekuatan iman. Orang yang dermawan tidak terikat secara berlebihan pada harta. Ia memahami bahwa apa yang dimiliki hanyalah titipan, sehingga berbagi bukan dianggap sebagai kehilangan, melainkan sebagai investasi kebaikan. Bahkan, sebagian ulama menekankan bahwa dermawan dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap dermawan sebenarnya bisa diterapkan dalam berbagai aspek.
Di lingkungan kampus, sikap dermawan dapat diwujudkan secara sederhana namun berdampak, seperti berbagi ilmu dengan teman yang kesulitan memahami materi, saling membantu dalam mengerjakan tugas, hingga memberi dukungan moral saat menghadapi tekanan akademik, sehingga tercipta suasana belajar yang sehat dan saling menguatkan. Sikap ini kemudian meluas ke lingkungan sekitar kampus, misalnya melalui kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, atau aksi berbagi kepada warga yang membutuhkan, yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, di tengah kehidupan bermasyarakat, dermawan menjadi kunci tumbuhnya solidaritas sosial karena mendorong kepedulian, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara individu.
Pada akhirnya, dermawan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kita mau berbagi. Di tengah dunia yang semakin individualis, sikap dermawan justru menjadi kekuatan yang mampu menghidupkan kembali rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Penulis : Dwi Putri Riani

Leave a Reply